Kamparutama.com, Tapung Hilir – Pj Sekda Kampar, Drs.H.Yusri, M.Si buka Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) yang digelar di kantor Desa Koto Bangun Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, Senin (22/01/2024).
Pada musrenbang tersebut, dalam arahan Sekda Kampar mengatakan bahwa, tujuan musrenbang ini adalah menampung aspirasi yang berasal dari musrenbang desa.
“Kami menekankan kepada 19 desa yang ada di Kecamatan Kampar agar dapat menyampaikan usulan program prioritas dalam pembangunan,” ucap Yusri.
Pj Sekda Kampar juga menekankan dengan berbagai program penunjang untuk dalam menuntaskan program tersebut, tidak hanya pembangunan infrastruktur, akan tetapi juga harus menjadi prioritas paling utama adalah masalah kemiskinan ekstrim dan stunting.
“Pada tahun 2045 mendatang merupakan Indonesia emas, maka kita harus menuntaskan persoalan kemiskinan ekstrim dan stunting mulai dari ketahanan pangan, peningkatan kualitas gizi dan peningkatan ekonomi untuk masyarakat,” jelasnya.
Ditambahkannya, jangan sampai ketinggalan desa yang belum mendapatkan jatah kue pembangunan, karena ini merupakan pemerataan pembangunan yang harus dirasakan oleh semua masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Desa Koto Bangun meminta untuk pembangunan jembatan yang putus di desa dengan anggaran yang diperkirakan sekitar 18 M.
“Kepada seluruh desa agar dapat berkolaborasi melakukan pembangunan, fokuskan kepada yang lebih penting guna mendapatkan kue pembangunan yang cukup banyak dan berdampak kepada masyarakat,” harapnya.
Hadir pada kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Kampar, Rizal Rambe, Jasnita Tarmizi, Kepala Dinas Perkim Rusdi Hanif, Kalaksa BPBD, Agustar, Kabid PUPR Afrudin Amga.Mil
Berita Terkait
Didampingi Sekda Ardi, Bupati Kampar Kembali Tinjau Karhutla Bentuk Keseriusan Pemda Dalam Penanganan TAMBANG – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah S.STP M.Si dan jajaran Polres Kampar meninjau langsung lokasi titik api di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Sabtu (29/8) Peninjauan dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Kampar bersama TNI /Polri, Damkar, BPBD, manggala Agni serta instansi tekait untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal serta mencegah munculnya kembali titik api Di lokasi, Bupati Kampar bersama rombongan mengatakan ” kita melihat dan memantau langsung kondisi lahan dan memastikan api telah berhasil dipadamkan” Ujar Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang sudah kesekian kalinya melakukan peninjauan bahkan ikut langsung memadamkan api. Ia menegaskan bahwa penanganan kebakaran, khususnya di musim kemarau, membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya terbakar akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman. “Kita pastikan api sudah padam dan berupaya agar tidak ada lagi asap. Jangan sampai api yang sudah kita padamkan kembali muncul karena masih ada bara di dalam tanah. Untuk itu, pemantauan dan pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh,” ujar Bupati Kampar. Bupati juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Polres Kampar dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi serta melakukan pemantauan di sejumlah wilayah rawan kebakaran sebagai upaya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Cegah Karhutla, Jaga Lingkungan, Jaga Kampar. Kampar di Hati.”(Prot-dokpim)