Kamparutama.com, Kampar — Untuk menggalang suara dan dukungan dari masyarakat pemilih, pasangan calon Repol dan Ardo atau disingkat dengan REDO terus melakukan sosialisasi ke desa-desa di Kabupaten Kampar.
Bahkan dalam sehari Repol dan Ardo bisa turun memenuhi undangan masyarakat sebanyak 10 titik berbeda. Untuk mensiasati banyaknya titik yang akan dikunjungi, Repol dan Ardo terpaksa berpencar. Jika Repol berada di kecamatan A, maka Ardo akan pergi ke kecamatan B.
Pada Kamis pagi, 19 September 2024, Ardo turun bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Koto Tibun, Desa Padang Mutung dan di Desa Pulau Birandang. Di siang harinya hingga malam Ardo berpindah menjumpai warga ke desa-desa di Kecamatan Tapung.
Ketika turun di Desa Koto Tibun dan di Desa Padang Mutung, Ardo sempat diteriaki Ridho Rhoma oleh ibu ibu di sana.
“Mirip Ridho Rhoma Pak Wakil Bupatinya,” kata ibu-ibu di tempat acara.
Ardo yan mendengar itu sontak menjawab kalau dirinya tidak pandai menyanyi seperti artis Ridho Rhoma.
“Mirip Ridho Rhoma ya? Tapi saya tak pandai menyanyi, suara saya jelek,” timpal Ardo sembari disambut gelak tawa oleh para ibu-ibu serempak.
Saat berdialog dengan masyarakat di dua desa tersebut Ardo membeberkan salah satu program bidang pendidikan yang akan dicanangkan pasangan calon bupati-wakil bupati REDO yaitu program wajib belajar 13 tahun gratis dan berkualitas bagi masyarakat Kampar.
“Program wajib belajar 13 tahun ini dimulai dari TK, ditambah SD 6 tahun, ditambah 3 tahun SMP dan ditambah 3 tahun SMA,” ucap Ardo.
Menurut Ardo, program wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK ini, adalah karena masa perkembangan otak anak paling bagus itu di masa usia 3 sampai 6 tahun. Untuk itu, Repol-Ardo jika terpilih akan memberikan kesempatan tumbuh kembang otak dan kecerdasan anak lewat program wajib belajar 13 tahun, program ini secara otomatis akan berpengaruh pada perbaikan insentif para guru-guru Taman Kanak-Kanak atau disingkat dengan TK.-***
Berita Terkait
Didampingi Sekda Ardi, Bupati Kampar Kembali Tinjau Karhutla Bentuk Keseriusan Pemda Dalam Penanganan TAMBANG – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah S.STP M.Si dan jajaran Polres Kampar meninjau langsung lokasi titik api di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Sabtu (29/8) Peninjauan dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Kampar bersama TNI /Polri, Damkar, BPBD, manggala Agni serta instansi tekait untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal serta mencegah munculnya kembali titik api Di lokasi, Bupati Kampar bersama rombongan mengatakan ” kita melihat dan memantau langsung kondisi lahan dan memastikan api telah berhasil dipadamkan” Ujar Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang sudah kesekian kalinya melakukan peninjauan bahkan ikut langsung memadamkan api. Ia menegaskan bahwa penanganan kebakaran, khususnya di musim kemarau, membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya terbakar akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman. “Kita pastikan api sudah padam dan berupaya agar tidak ada lagi asap. Jangan sampai api yang sudah kita padamkan kembali muncul karena masih ada bara di dalam tanah. Untuk itu, pemantauan dan pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh,” ujar Bupati Kampar. Bupati juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Polres Kampar dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi serta melakukan pemantauan di sejumlah wilayah rawan kebakaran sebagai upaya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Cegah Karhutla, Jaga Lingkungan, Jaga Kampar. Kampar di Hati.”(Prot-dokpim)